Cara Membuat Bootable Windows Di Ubuntu



Dulu di ubuntu membuat bootable windows belum didukung atau belum bisa dilakukan, jadi ketika saya mau membuat bootable windows saya harus pinjem laptop temen yang sistem operasi nya windows, jadinya ribet harus pindah file iso nya, yang ukurannya juga lumyan besar, sangat merepotka intinya.

Seiring berjalannya waktu, hadirlah software yang bernama WoeUSB yang dirancang untuk dapat berjalan disistem operasi ubuntu dan digunakan untuk membuat bootable windows, dengan begitu anda tidak perlu lagi nyari-nyari komputer yang sistem operasi nya windows.

WoeUSB mendukung 2 metode yaitu basis GUI dan CLI, pada basis GUI terdapat kekurangan, yaitu ketika ukuran iso yang akan dibuat bootable lebih dari 4GB maka akan muncul error, alhasil bootable tidak akan pernah bisa dilakukan, tapi tunggu dulu WoeUSB sudah kasih solusi untuk problem tersebut, jadi ketika anda ingin buat bootable windows yang ukuran isonya lebih dari 4GB maka anda bisa gunakan WoeUSB basis CLI, untuk basis CLI tidak ada batasan ukuran file iso nya.

Pada artikel saya akan sajikan 2 metode WoeUSB (GUI & CLI) yang keduanya bisa dikatakan cukup mudah untuk dilakukan.

Langkah-langkahnya sebagai berikut,

$ sudo apt install software-properties-common
$ sudo apt add-apt-repository ppa:nilarimogard/webupd8
$ sudo apt install woeusb

Buat bootable windows menggunakan WoeUSB (GUI)

Siapkan USB flashdisk kemudian tancapkan di port usb laptop, kemudian buka aplikasi woeusb yang sudah terinstall sebelumnya.

Biasanya woeusb akan otomatis mendeteksi flashdisk yang ditancapkan diport usb laptop.


Setelah flashdisk terdeteksi, kemudian pilih file image windows yang ada dilaptop, setelah itu proses installasi bisa dilakukan.

Buat bootable windows menggunakan WoeUSB (CLI)

Karena basis CLI maka anda perlu membuka terminal, dapat dilakukan dengan menekan kombinasi (Ctrl + alt + t).

Kemudian ketikan baris perintah seperti berikut

$ sudo woeusb --target-filesystem NTFS --device Win10_2004_EnglishInternasional_x64.iso /dev/sdb



Pastikan anda masuk kedirektory dimana tersimpan file iso windowsnya, kemudian pastikan flashdisk sudah ditancapkan dan terbaca pada laptop.
Kemudian Enter. Proses Installasi sedang berjalan dan tunggu beberapa menit sampai proses bootable success.



Terlihat pada gambar diatas jika proses bootable sudah selesai dan success, dan anda sudah bisa lakukan installasi dengan bootable windows yang sudah dibuat disistem operasi ubuntu.

Jadi anda bisa gunakan mode GUI ketika ukuran file iso tidak lebih dari 4GB dan jika ukuran file iso lebih dari 4Gb maka anda bisa gunakan mode CLI.

Selamat mencoba.

Cara Subnetting Teknik Simple


Jika kamu adalah admin jaringan tentu kamu tidak boleh tidak, kamu diwajibkan untuk bisa, paham tentang network subnetting. Oleh karna itu sebelum kita coba praktek subnetting kita kenali dulu apa itu subnetting.

Subnetting atau sub networking adalah cara atau metode yang digunakan untuk mencari dan menentukan prefix yang paling efisien untuk diterapkan disuatu jaringan.

Sedangakan prefix berfungsi sebagai penunjuk berapa banyaknya bit dalam suatu IP address yang merupakan porsi dari Network-ID. Dengan begitu kita bisa ketahui komponen-komponen lain dari suatu IP address tersebut.

Prefix biasanya digunakan pada perangkat router, pada penerapannya prefix dituliskan diakhir dari suatu IP address yang diawali dengan / (slash) diikuti dengan angka 0-32. Seperti pada perangkat router keluaran MikroTik yang penulisan IP address diikuti dengan prefix sebagai penunjuk porsi network-id.

Lain halnya dengan vendor Cisco atau Windows yang mengharuskan kamu untuk memasukan subnetmask untuk menunjuk porsi network-id bukan menggunakan prefix, fungsi dan kegunaanya sama cuma saja model penulisannya yang berbeda.
Berikut contoh penulisan menggunakan prefix ataupun subnetmask,

Prefix    : 192.168.1.1/24
Subnetmask    : 192.168.1.1 255.255.255.0

Catatan: Ketika kamu menerapkan subnetting, perbedaan kelas IP tidak berlaku lagi. Karena dimungkinkan IP dari kelas A menggunakan prefix kelas C,

contoh:10.100.100.100/24.

Sedikit gambaran diatas. Langsung saja kita mulai untuk latihan subnetting.

Kasus I

Disebuah kantor memiliki IP 192.168.10.0/24 dengan jumlah komputer 120, hitunglah subnetting untuk memberikan prefix yang efisien untuk jaringan komputer di kantor tersebut.

#Kita akan coba gunakan prefix 24, apakah itu efisien untuk kantor tersebut ?
192.168.10.0/24
Jumlah IP = 32 – prefix (32 – 24) = 2^8 = 256 IP

Terlihat disitu hasilnya ada 256 IP, sedangkan IP yang dibutuhkan kantor hanya 120, tentu itu menyisakan sangat banyak IP yang tidak terpakai, tentu kita anggap prefix 24 tidak efisien untuk jaringan komputer di kantor tersebut.

#Kemudian kita coba gunakan prefix 25
192.168.10.0/25
Jumlah IP = 32 – prefix (32 – 25) = 2^7 = 128 IP
Jika dibandingkan dengan prefix 24 prefix 25 ini hanya menyisakan sedikit IP ketika dipasang di jaringan komputer kantor, 120 komputer artinya buth 120 IP, disini kita punya 128 IP jadi prefix 25 cukup dan menyisakan sedikit IP yang tidak terpakai, dengan begitu kita bisa lanjutkan ke proses berikutnya untuk mencari komponen lain.

192.168.10.0/25
1.) cari network-id, kita bagi byte ke 4 dari IP address diatas dengan jumlah IP
0 : 128 = 0 (jika langsung menghasilkan angka 0, itu artinya network-id dimulai dari 0)
2.) cari broadcast-id, caranya jumlah ip dikurang satu
128 – 1 = 127
3.) cari block subnet selanjutnya,
Network-id = broadcast dari block subnet sebelumnya + 1 (127 + 1 =128)
Broadcat  = Jumlah IP x 2 – 1 (128 x 2 -1 = 255)
Block subnet, karena kantor memiliki prefix 24 yang jumlah IP nya 256 maka otomatis ketika dilakukan subnetting jumlah IP tadi akan dipecah kebeberapa block subnet sesuai prefix, pada kasus ini dilakukan subnetting dengan prefix 25 yang memiliki IP 128, jadi (jumlah IP dari prefix asal yaitu 24 ) : (jumlah IP dari prefix 25) (256 : 128 = 2), dengan begitu IP address  diatas terbagi menjadi 2 block subnet berikut rinciannya.

Net-id    |    broadcat-id
  0                 127           = 192.168.10.0/25        |    192.168.10.127/25  => Block subnet 1
_______________________
  128             255           = 192.168.10.128/25    |    192.168.10.255/25  => Block subnet 2

#Kita sudah ketahui Network-id dan Broadcat-id, selanjutnya IP range, yaitu rentang IP yang bisa dipasang di suatu interface jaringan.

IP range = IP sesudah network-id sampai sebelum IP broadcast-id

Network-id    = 192.168.10.0/25                  --------------
Broadcast-id   = 192.168.10.127                                             |--- Block Subnet 1
IP rangr          = 192.168.10.1 – 192.168.10.126 -----------

Network-id     = 192.168.10.128/25               -------------
Broadcast-id     = 192.168.10.255/25                                  |--- Block Subnet 2
IP ranges    = 192.168.10.129 – 192.168.10.254    --------

Dengan begitu anda bisa terapkan IP address dengan subnetting diatas sehingga network komputer lebih efisien dalam penggunaan IP.

Catatan!!
Salah satu keuntungan menggunakan network yang efisien yaitu adalah packet broadcast untuk seluruh penghuni IP di segement yang sama bisa dibatasi.